Tradisi pernikahan adat Banten

Tradisi pernikahan adat Banten

kawin2

Pernikahan merupakan sesuatu tradisi sakral dan setiap orang punya cara unik untuk melaksanakannya berdasarkan budaya masing-masing, tak terkecuali pernikahan adat Banten.  Budaya Banten juga memiliki tradisi sendiri dalam proses mengikat janji sepasang suami istri lewat sebuah mahligai pernikahan. Berikut tahapan pernikahan adat Banten:

Ngolotkeun

Upacara ngolotkeun adalah pengiriman utusan dari calon mempelai wanita ke mempelai pria. Biasanya yang menentukan calon menantu adalah orangtua dari pihak calon mempelai wanita. Maka ditentukan narosan pihak calon pengantin wanita kepada calon pengantin pria sambil menentukan waktu yang disepakati untuk melangsungkan upacara pernikahan.

Seserahan

Merupakan upacara dimana kedua keluarga mempelai memberikan hantaran berupa makanan dan pakaian sebagai bekal dalam melangsungkan kehidupan keluarga.  Seserahan dilaksanakan setelah akad nikah dilangsungkan dengan membawa makanan, pakaian, tebu wulung, seikat padi, siring dan pinang dengan tangkainya. Biasanya upacara ini dilaksanakan malam hari setelah waktu shalat maghrib yang disebut Mapag Jawadah.

Buka Pintu

Setiba dirumah keluarga pengantin wanita, upacara buka pintu digelar. Upacara ini melambangkan diterimanya pengantin pria di keluarga pengantin wanita.  Ketika tiba di rumah keluarga pengantin wanita, pengantin pria diminta untuk menunggu diluar rumah dan pengantin wanita diminta untuk masuk ke dalam rumah. Kemudian wakil dari keluarga pengantin pria marhaban dengan jenis lagu-lagu yang tidak memakai iringan rebana/ketimpringan, Biasanya jenis lagunya terdiri dari kolum, sondol, bayati, raubi dan sebagainya.

Huap Lingkung

Huap lingkung adalah upacara suapan makanan kepada kedua mempelai.  Setelah mempelai pria diterima oleh keluarga mempelai wanita, kedua mempelai di dudukan di depan rumah dengan menggunakan alas tikar. Kemudian para sesepuh satu persatu memberikan suapan nasi punar kepada kedua mempelai.

Ngeroncong

Upacara ngeroncong adalah dimana kedua mempelai menerima pemberian uang receh oleh seluruh keluarga dan undangan.  Pada upacara ini kedua mempelai duduk dikursi yang sudah dialasi oleh kain batik panjang yang baru. Upacara ini juga dilaksanakan di depan rumah. Kemudian secara bergantian seluruh keluarga serta undangan memberikan upacara selamat dan memasukan uang receh ketempat yang sudah disediakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *