Satu Rumah Satu Pengusaha Solusi Atasi Kemiskinan

Satu Rumah Satu Pengusaha Solusi Atasi Kemiskinan

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Banten, Rano Karno dan Embay Mulya Syarief menyatakan komitmennya menjadikan Bumi Jawara lebih baik lagi. Salah satu fokus utamanya adalah perbaikan ekonomi rakyat Banten.

“Kami akan membangun Banten ke depan menjadi lebih baik dengan gerakan ekonomi,” kata Embay saat menghadiri Peringatan Tahun Baru Islam 1438 Hijriah dan Silatuhrahmi Akbar Pemuda Mathla’ul Anwar di Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Jumat (21/10/2016).

Nah guna membangkitkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, maka pihaknya bakal mewujudkan program satu rumah satu pengusaha. Di mana program dilakukan dengan penyuluhan-penyuluhan tentang pemasaran, bagaimana berproduksi dan aspek manajemen lainnya. “Saya sendiri dibesarkan di dunia usaha dan (itu) tidak ada sekolahnya,” kata pria ramah ini.

Karena itu, pihaknya akan menggerakkan warga untuk giat berusaha dan pantang menyerah. Bila kemiskinan masih ditemui sementara warga sudah giat berusaha, artinya ada aturan atau regulasi pemerintah yang tidak berpihak kepada warga. “Kami yakin dengan ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif dapat memutus mata rantai kemiskinan dan kebodohan,” ujarnya.

Menurut Embay, potensi kekayaan sumber daya alam Provinsi Banten cukup luar biasa dan bahkan apapun tersedia di Tanah Banten. Kekayaan alam tersebut tentu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Apalagi saat ini pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan dipastikan Provinsi Banten akan kebanjiran investor. Karena itu, masyarakat Banten jangan sampai menjadi penonton menghadapi kue pasar ASEAN itu,” tambahnya.

Terkait kualitas sumber daya manusia, Embay berjanji akan meningkatkannya melalui pelatihan-pelatihan yang dibiayai oleh APBD. Selain itu, diberikan pula pengetahuan tentang penyebaran pasar. “Kami yakin gerakan ekonomi itu dipastikan tingkat kesejahteraan masyarakat Banten menjadi lebih baik,” katanya.

Ketua Pengurus Wilayah Mathla’ul Anwar Provinsi Banten Babay Sujarwandi mengutarakan, potensi sumber daya alam di daerah ini cukup luar biasa. Namun potensi alam tersebut hingga kini belum memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

Karena itu, pihaknya berharap pemimpin Banten ke depan bebas dari korupsi sehingga dana APBD benar-benar digunakan untuk kepentingan pembangunan. “Ironisnya, Gubernur Banten yang pertama dan kedua tersangkut kasus korupsi,” sesalnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *