Ramai-Ramai Tanam Investasi di Banten

Ramai-Ramai Tanam Investasi di Banten

Ibarat gadis cantik, wilayah Banten saat ini banyak dilirik para pemodal baik lokal maupun asing menggelontorkan investasi.  Strategisnya letak Banten yang hanya selemparan batu dari Ibu Kota serta akses infrastruktur memadai menjadikan para investor tak sayang untuk berlomba-lomba mengalirkan fulusnya di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Para Jawara itu.

Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) per April-Juni triwulan II 2016, investasi di Provinsi yang dipimpin Gubernur Rano Karno itu terus mengalami tren kenaikan.‎ Rinciannya, nilai investasi untuk penanaman modal asing (PMA) mencapai USD749,88 juta dari 773 proyek.  Pada semester I (Januari-Juni) 2016, PMA Banten masih menempati urutan tiga besar setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan capaian USD1.650,5 juta juta dari 1.105 poyek.

Sementara, nilai investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp665,18 miliar dari 163 proyek. PMDN Banten melompat jauh pada urutan ke-17 yang sebelumnya berada di urutan keempat. Pada semester I (Januari-Juni) 2016, realisasi investasi PMDN Banten menempati urutan ketujuh dengan capaian investasi sebesar Rp4,92 triliun dari 241 proyek.

Sejumlah kawasan industri di Banten, seperti Kota Cilegon, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Tangerang sejauh ini nilai investasinya tetap terjaga meski secara umum pergerakan investasi mengalami tren fluktuatif. Sektor investasi paling banyak diburu PMDN adalah industri kertas, barang dari kertas, dan percetakan sebanyak 44 proyek dengan nilai investasi Rp189,3 miliar.

Di semester I 2016, sektor investasi PMDN terbesar bergerak di sektor industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik sebanyak 55 proyek dan nilai investasi Rp778,5 miliar. Sedangkan untuk PMA, sektor investasi paling banyak diburu mayoritas bergerak di bidang perdagangan dan reparasi sebanyak 181 proyek dengan nilai investasi USD4,3 juta.  Sektor investasi PMA terbesar bergerak di sektor reparasi dan perdagangan sebanyak 250 sektor dan nilai investasi sebesar USD7.9 juta.

Berdasarkan investasi pada April-Juni 2016, nilai investasi tertinggi PMA berada di Kota Cilegon dengan nilai investasi sebesar 236, 8 juta dari 82 proyek, disusul Kabupaten Serang sebesar USD229,5 juta dan 143 proyek, Kabupaten Tangerang sebesar USD146,5 juta dan 349 proyek serta Kota Tangerang Selatan sebesar USD64,5 juta dan 80 proyek. Berikutnya Kota Tangerang sebesar USD27,7 juta dan 189 proyek, Kota Serang sebesar USD25,5 juta dan 10 proyek, Kabupaten Lebak sebesar USD19,2 juta dan 12 proyek, dan Kabupaten Pandeglang sebesar USD93 ribu dan 1 proyek.

Untuk PMDN, Kota Cilegon menempati urutan pertama dengan realisasi investasi tertinggi yakni Rp293 miliar dengan 15 proyek, Kabupaten Tangerang Rp267 miliar dengan 89 proyek, Kabupaten Serang Rp63,8 miliar dari 29 proyek, Kota Tangerang Rp34 miliar dari 36 proyek, Kabupaten Lebak Rp5,2 miliar dengan 6 proyek, serta Kabupaten Pandeglang Rp1,3 miliar, dan Kota Serang Rp443 juta masing-masing dengan 5 proyek.

Bahkan baru-baru ini Banten juga kedatangan investor asal Australia yang akan menanamkan investasinya untuk membangun kawasan industri terpadu di Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, seluas 700 hektare di daerah Kohod dan Tanjung Burung di sekitar muara Sungai Cisadane. Pemprov Banten menargetkan pembangunan kawasan industri di Teluk Naga tersebut rampung dalam jangka enam sampai sembilan bulan ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *